Rabu, 07 Oktober 2015

Strategi Bundling Dalam Pemasaran

Oleh Meidy Anhar

Saat ini banyak kita temui penjualan produk yang menggunakan model bundling. Bundling adalah strategi penjualan yang menggabungkan beberapa produk menjadi satu paket penjulan. Sebagai contoh yang paling umum dijumpai adalah penjualan ponsel yang berhadiah kartu perdana. Atau perusahaan makanan cepat saji yang dipaketkan dengan minuman Pepsi.
Tujuan penjualan dengan strategi bundling adalah untuk meningkatkan penjualan produk dengan memberikan kemudahan pembelian, pengehematan waktu, memperkecil biaya promosi, serta memberikan niai tambah yang lebih besar kepada konsumen. Selain itu, penjualan bundling juga dapat menunjukkan adanya kemitraan bisnis antara perusahaan produsen yang menjual produknya secara bersama sehingga dapat memperkuat merk, karena penjualan bundling dapat dilakukan oleh perusahaan produsen yang berbeda.
Untuk memperoleh keuntungan bisnis yang lebih baik, maka penjualan bundling dapat dilakukan dengan cara prabayar melalui kontrak pembelian barang. Sebagai contoh, suatu ketika, perusahaan pembiayaan FIF di cabang Solo, melakukan kerjasama dengan Olympic, yang mana FIF megadakan program "FIF pintar" dengan memberikan meja belajar Olympic secara cuma-cuma kepada pembeli sepeda motor Honda melalui FIF. Dengan program ini FIF memberikan kontrak berjangka dengan Olympic untuk menyuplai meja belajar dengan harga khusus. Selain itu, penulis juga pernah mempraktikkan penjualan kredit barang elektronik & furniture yang di bundling dengan asuransi annuitas. Sehingga selama 1 tahun perusahaan asuransi annuitas mendapat komitmen penuh dari perusahaan pembiayaan elektronik dengan memberikan faktur penjualan perusahaan pembiayaan tersebut, dengan rate khusus tentunya.
Menurut cara pembelian produknya bundling dibedakan menjadi 2 macam yaitu:
-1.Bundling alternatif yaitu penjualan produk dengan alternatif konsumen bisa memperoleh satu paket produk bersamaan atau dapat membeli salah satu produk. Contohnya penjualan notebook dengan modem, maka konsumen dapat membeli notebook sekaligus modemnya atau hanya membeli notebook atau modemnya saja.
-2.Bundling murni yaitu penjualan produk dalam satu paket, konsumen harus membeli satu paket utuh, misalnya penjualan rumah dengan interiornya, Maka rumah harus dibeli dengan interior rumah tersebut.
Menurut keterkaitan fungsinya bundling terbagi menjadi:
-1.Bundling yang terintegrasi yang mana paket penjualan produk memiliki fungsi yang saling melengkapi dengan tujuan manfaat produk terasa maksimal oleh konsumen, misalanya penjualan mobil dengan sarung jok, rumah dengan wallpapernya.
-2.Bundling yang tidak terintegrasi yang mana paket penjualan produk tidak dalam satu fungsi yang melengkapi, seperti detergen dengan piring.
Strategi bundling akan sangat tepat menaikkan penjualan bagi produk yang memiliki masa kadaluarsa yang cepat, Produk baru yang ketat persaingan. produk baru akan lebih cepat dikenal dan volume penjualannya meningkat jika dijual secara bundling dengan produk yang sudah dikenal dan disukai konsumen. Keuntungan lainnya adalah biaya promosi yang dikeluarkan produsen menjadi minimal karena iklan produk digabungkan menjadi satu.

1 komentar: